Rabu, 19 Februari 2014

Metode penentuan gaji

Ada 2 macam metode yang umum digunakan untuk menentukan gaji pegawai. Yang pertama dan paling populer adalah gaji sesuai profit, sedangkan yang menjadi alternatif adalah sesuai produktivity. Contoh dalam artikel ini tidak sama dengan riil kondisi sekarang dan menampilkan dalam kondisi maks produktivity(max health dan recommended employee number), hanya untuk memberikan gambaran kasar bagaimana cara merancang gaji pegawai tersebut. Setelah beberapa hari pertimbangan, kami mengurungkan niat sharing sheet untuk perhitungan ini karena 2 alasan, yang pertama adalah karena pasar Indonesia sedang dalam kondisi tidak sehat, dan yang kedua karena ini merupakan rahasia perusahaan, jadi tidak wajar kalau harus kami yang memberikan :p

1. Gaji sesuai profit
Perhitungan ini didasarkan pada profit, dimana semua pegawai dari semua skill level harus bisa menghasilkan profit yang sama. Paling umum digunakan di seluruh dunia.

Seperti kita lihat pada gambar diatas, dengan skill dan gaji yang berbeda-beda menghasilkan profit yang sama dalam sehari. Dalam contoh adalah profit 1 idr per hari, karena company food q1 terdiri dari 10 pegawai, maka per hari profit 10 idr.

2. Gaji sesuai produktivity
Perhitungan ini didasarkan pada produktivity, dimana setiap produktivity dihargai dengan harga yang sama.

Umumnya digunakan pada sistem koperasi(yang tanpa donasi) atau lembaga-lembaga non-profit lainnya, sekalipun bisa digunakan oleh perusahaan orientasi profit dengan kondisi-kondisi khusus.

Sistem alternatif ini cukup unik, Sam Black pertama kali menggunakan sistem ini pada operasi Rob The Baby di Polandia saat mereka babyboom lebih dari 50k populasi. Persaingan extra ketat dimana meleset sedikit perhitungan sudah menyebabkan pengusaha merugi. Sistem ini lebih aman dari kerugian pada pasar persaingan ketat, sekalipun keuntungan lebih kecil

1 komentar: